Pentingnya Sinergi Nutrisi dalam Jaga Imunitas Tubuh Pasca Vaksinasi

Jakarta-Kondisi tubuh yang sehat dan bugar tentu menjadi dambaan setiap orang, terutama di situasi darurat kesehatan karena pandemi COVID-19. Kondisi tubuh sehat bisa didapatkan ketika seseorang menjaga imunitas. Imun yang kuat dapat membantu tubuh dalam memerangi virus, bakteri, toxin, dan patogen berbahaya.

Di masa pandemi, sistem kekebalan tubuh dalam memerangi COVID-19 dapat dibantu melalui vaksinasi. Dengan langkah ini, sistem kekebalan tubuh diharapkan semakin meningkat dan herd immunity akan lebih cepat tercapai.

Hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat adalah rutin mengonsumsi nutrisi serta asupan gizi yang baik setiap hari. Namun, jangan sampai setelah divaksin jadi tak lagi memperhatikan kebutuhan asupan nutrisi yang menjaga imunitas tubuh. 

Selain itu, banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang imunitas. Perlu dipahami bahwa sistem imunitas manusia pada dasarnya terbagi atas dua bagian, yaitu imunitas spesifik (Adaptive Immunity) dan imunitas non-spesifik (Innate Immunity).

Imunitas spesifik merupakan sistem imun yang utamanya diperankan oleh Limfosit B dan T dalam menghasilkan antibodi untuk melawan mikroorganisme seperti bakteri dan virus yang masuk ke dalam tubuh.

Sementara, imunitas nonspesifik atau Innate Immunity adalah pertahanan fisik atau mekanik, misalkan kulit, selaput lendir, silia saluran napas, batuk, dan bersin yang merupakan garis pertahanan terdepan terhadap mikroorganisme. Innate Immunity juga menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.

Keutuhan kulit sangat penting untuk mencegah mikroorganisme, seperti bakteri, virus, parasit, dan jamur yang masuk ke dalam tubuh melalui kulit. Oleh karena itu, menjaga keutuhan kulit sebagai organ terbesar pada manusia adalah penting.

Untuk mendapatkan kulit yang sehat, tubuh membutuhkan vitamin dan mineral seperti vitamin C, D, zinc, serta vitamin E.

Vitamin C adalah jenis vitamin yang sudah dikenal oleh masyarakat luas. Selain sebagai antioksidan yang ampuh, vitamin C berperan penting dalam mendukung sistem imunitas, terutama membantu sel-sel tubuh dalam memerangi infeksi.

Vitamin C juga memiliki peran penting dalam proses regenerasi sel, sehingga sistem kekebalan tubuh kita terjaga dengan baik. Konsumsi vitamin C harian yang direkomendasi adalah minimal 500 mg per hari dan maksimal 1000 mg per hari.

Sementara vitamin D merupakan nutrien yang penting dalam memerangi efek buruk dari patogen-patogen yang berbahaya bagi tubuh, sehingga perannya sangat penting untuk membantu sel darah putih dalam pertahanan sistem imunitas. Asupan vitamin D yang cukup dapat menurunkan risiko peradangan dan risiko infeksi saluran pernapasan.

Dosis harian yang direkomendasi untuk dikonsumsi adalah 400 IU baik tunggal maupun kombinasi dengan nutrisi lain atau 1000 IU secara tunggal. Tentu saja ini sangat tergantung pada kondisi kesehatan seseorang. Dosis yang lebih tinggi dapat diberikan jika mereka mengalami defisiensi yang lebih serius.

Selain asupan vitamin C dan D, konsumsi zinc sebagai salah satu mineral yang penting, juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan dan komunikasi sel-sel imunitas tubuh. Peran zinc adalah untuk melindungi jaringan dalam tubuh dan membantu mencegah patogen-patogen asing yang masuk.

Mengonsumsi zinc dalam jangka panjang umumnya aman untuk orang dewasa yang sehat, selama dosis hariannya tak melebihi dari 30mg.  Lalu, bagaimana dengan peran kesehatan kulit sebagai salah satu elemen dari innate immunity?

Kulit adalah cerminan dari apa yang terjadi di dalam tubuh. Berbagai kondisi kulit seperti timbulnya jerawat dan kulit yang kusam merupakan manifestasi dari apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh, termasuk berbagai nutrisinya. 

Di sinilah vitamin E memegang peranan penting dalam sinergi nutrisi untuk sistem kekebalan tubuh yang optimal. Banyak manfaat Vitamin E yang sudah terbukti, di antaranya menjaga kelembapan kulit dan berfungsi sebagai antioksidan dalam melawan radikal bebas.

Penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin E (alpha-tocopherol) terutama di setiap lapisan kulit akan berkurang setiap hari karena terpapar oleh radikal bebas.

Konsumsi vitamin E secara konsisten sangat membantu menjaga keutuhan kulit untuk mencegah masuknya virus dan bakteri ke dalam tubuh serta mengaktifkan sistem kekebalan tubuh, di antaranya mengaktifkan sistem antibodi.

Dosis yang direkomendasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk konsumsi vitamin E per hari adalah 100 IU-400 IU dan aman untuk penggunaan jangka panjang jika dikonsumsi sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Penyerapan asupan vitamin E alami ini akan lebih nyaman dan efektif ketika dikonsumsi dalam bentuk kapsul lunak atau sering disebut soft capsule. Kapsul lunak yang sudah terbukti aman dan efektif adalah yang mengandung gelatin berasal dari tulang rawan sapi.

Di Indonesia, gelatin sangat direkomendasikan oleh BPOM untuk sebagai bahan pembuat kapsul atau kapsul lunak, baik sebelum atau sesudah vaksinasi.

Adapun asupan nutrisi yang tepat, seperti vitamin C, D, zinc, dan vitamin E hendaknya selalu diperhatikan, terutama dalam kondisi pandemi baik sebelum atau sesudah vaksinasi. 

Mengonsumsi makanan yang bergizi, cukup istirahat, serta berolahraga secara teratur adalah pola hidup yang ideal. Konsumsi vitamin dan mineral yang esensial bagi tubuh juga perlu dilakukan secara konsisten sehingga efek dari sinerginya selalu memberikan manfaat yang optimal.

Apabila asupan nutrisi dirasa belum mencukupi, Anda dapat mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral dengan tetap memperhatikan kualitas, keamanan, serta kehalalan produk tersebut.

Baca juga :
triger otp-1

Kode akan dikirim ke nomor berikut:


triger otp-2

Masukkan kode kamu
di sini:


triger otp-3

Kode yang kamu masukkan salah.

Yuk cek lagi!


Yuk, jadi orang pertama yang tau informasi terbaru seputar kulit cantik dan sehat
dengan mengaktifkan notifikasi dari natur-e.co.id


Tidak nanti saja